Translate

Saturday, October 15, 2016

ASISTEN FREDRICK SILABAN, ARSITEK MASJID ISTIQLAL JAKARTA


*ASISTEN FREDRICK SILABAN, ARSITEK MASJID ISTIQLAL JAKARTA*

Bila anda datang ke Masjid Istiqlal tolong sempatkan temui Pak Suparno. Siapa dia?

Pak Parno adalah tukang bikin kopi/teh Pak Fredrick Silaban, arsitek Masjid Istiqlal. Selama 17 tahun jadi asisten insinyur perancang masjid kebanggaan umat Islam Indonesia itu.

Seminggu berlalu, saya jadi guide rombongan guru2 agama se DKI dalam program Wisata Rumah Ibadah (WRI). Program yang difasilitasi ICRP dan Yayasan Cahaya Guru. Dirancang utk menguatkan keinsyafan kebhinekaan dalam diri siswa-siswi. Negara, kini berhadapan dengan "the lost generation", generasi yang luntur rasa kebangsaan dan keindonesiaannya.

Dalam kunjungan ini saya baru tahun bahwa Istiqlal dalam sehari dikunjungi 250-300 wisatawan asing. Amerika, Eropa, Afrika, dan Asia. Tentu muslim dan non muslim.

Selama 17 tahun Pak Parno jadi tukang kopi/teh Pak Silaban. Tukang insinyur beragama Kristen ini memiliki  disiplin kerja dan perhatian kepada anak buah. Ia bercerita, ada 37 an rancangan masjid yang ikut bertender. Ternyata Bung Karno memilih rancangan Pak Silaban. Saat tahu rancangannya menang, Silaban bersyukur dan berucap "Haleluya, demi Tuhan Yesus saya akan bangun masjid ini sampai tuntas".

Luar biasa. Perancang masjid itu seorang Nasrani. Betapa hebatnya Bung Karno. Visioner. Istiqlal satu2nya masjid paling besar yang zero AC di lantai2 utamanya. Padahal Jakarta sangat panas. Masuk ke Istiqlal sangat sejuk.

Tidak bisa saya bayangkan bila kejadian masa lalu itu terjadi saat nalar keberagamaan umat berubah ekstrim, radikal dan fundamentalistik. Yang lebih heboh lagi, beruntung gereja Katedral berdiri puluhan tahun lebih awal dari Istiqlal. Coba sekarang. Pasti gerombolan vandal akan datang berposter ria dan teriak2: Nasi bungkus!

Saat itu ada 3 bangunan monumental yang digarap Bung Karno: Masjid Istiqlal, Gelora Bung Karno dan Monas.

Sesekali Bung Karno datang kontrol. Ia datang pakai becak. Tanpa pengawalan. Para pekerja Masjid Istiqlal didatanginya. Salah satunya Pak Parno. Ditepuknya pundaknya. "Kamu tau siapa?", katanya."Yang mulia presiden", jawab Pak Parno. "Bukan. Aku ini bapakmu. Bukan presiden. Bapakmu".

Kini, Pak Parno berusia 88 tahun. Masih mengabdi di Masjid Istiqlal sebagai karyawan.

Karya lain dari Frederick Silaban adalah masjid agung Bogor sebelah timur terminal, di Jalan Pajajaran.

Saya pernah ketemu keluarga Silaban ini. Dia bercerita, jika presiden Sukarno ingin menekan budget nya, Frederick menukas; Pak presiden, jangan terlalu pelit lah sama Tuhan. Sukarno diam.
Lanjut Frederick; jangan membangun rumah ibadah hanya untuk bertahan 10 - 20 tahun saja. Kita buat yg bisa bertahan hingga 100 tahun..!👍👍👍🙏

Fanky Christian
fankychristian.blogspot.com

Waspadai Skenario Adu Domba di Jakarta!

PILKADA DKI telah berkembang ke arah yang cukup mengkhawatirkan. Bukan saja soal Cagub petahana, Basuka Tjahaya Purnama (Ahok) yang pernyataannya di Kepulauan Seribu yang memicu kontroversi, tapi juga respon sebagian kelompok yang sengaja memanfaatkan isu ini untuk tujuan-tujuan lain di luar Pilkada DKI.

Sebenarnya situasi pasca kontroversi pernyataan Ahok mengenai Surat al-Maidah sudah mulai mereda setelah Ahok minta maaf secara terbuka atas ucapannya yang dianggap menyinggung umat Islam. Tokoh-tokoh agama ternama juga menanggapi positif permintaan maaf itu. Semua itu menjadikan situasi yang semua penuh ketegangan mulai mereda.

Tapi belakangan situasi kembali memanas, terutama setelah MUI mengeluarkan pernyataan sikap yang pada intinya menyatakan Ahok telah melakukan penistaan agama. Situasi tambah semakin memanas karena sebuah stasiun TV swasta menggelar acara dialog secara live kurang lebih 4 jam, dengan tema "Setelah Ahok Minta Maaf". Berkembang juga berita, besok pagi, Jumat 14 Oktober 2016 akan ada aksi besar yang dimulai dari Masjid Istiqlal, dengan tema "Tangkap Ahok Penista Agama". Situasi ini menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran, sehingga Gereja Katedral yang letaknya di sebelah masjid Istiqlal merasa perlu membuat himbauan khusus kepada Jemaatnya agar besok hari itu tidak mendekat ke kawasan Katedral jika tidak ada keperluan mendesak.

Saya menduga ada kelompok-kelompok yang mengambil untung dari situasi untuk merusak sendi-sendi kehidupan bangsa. Hal ini dilakukan dengan mengadu domba antara umat Islam dan non-Islam, bahkan antar sesame umat Islam yang mempunyai halauan yang berbeda. Mereka akan menunggangi organisasi-organisasi keagamaan, untuk memuluskan agenda adu dombanya.

Siapakah kelompok itu? Sebenarnya tidak terlalu sulit dikenali. Mereka bukan saja benci pada Ahok, tapi juga benci tatanan Negara ini, benci pada Pancasila, benci pada NKRI dan seterusnya yang dianggap sebagai sistem Negara thagut. Anasir-anasir kelompok radikal akan berkumpul dengan memanfaatkan persoalan Ahok menjadi pintu masuknya. Namun, yang dituju bukan soal Ahok, tapi lebih besar dari itu.

Karena itu, waspada dengan skenario adu domba yang sudah mulai terasa. Bukan soal Ahok dan Pilkada DKI, tapi ini soal keutuhan bangsa.[]

Rumadi Ahmad
Ketua Lakpesdam PBNU

[Catatan: himbauan di atas dari temanku, Mas Rumadi Ahmad, yang juga Ketua Lakpesdam PBNU, Jakarta. Silakan disebarluaskan jika berkenan demi keutuhan bangsa dan negara].

Fanky Christian
fankychristian.blogspot.com

Wednesday, October 12, 2016

Three Industries using AI, Machine Learning and Big Data

3 industries that will be transformed by AI, machine learning, and big data in the next decade.

Historically, when new technologies become easier to use, they transform industries.

That's what's happening with artificial intelligence and big data; as the barriers to implementation disappear (cost, computing power, etc.), more and more industries will put the technologies into use, and more and more startups will appear with new ideas of how to disrupt the status quo with these technologies.

By my predictions, the AI revolution isn't coming, it's already here, and we'll see it first in a few key sectors.

Healthcare

Most people agree that healthcare is broken, and many startups believe that the biggest answer is putting the power back in the hands of the patient.

We're all carrying the equivalent of Star Trek's tricorder around in our pockets (or an early version, at any rate) and smartphones and other smart devices will continue to advance and integrate with AI and big data to allow individuals to self-diagnose.

Sequencing of individual genomes and then comparing them to a vast database will allow doctors — and/or AI bots — to predict the probability that you will contract a particular disease and the best ways to treat those diseases when they appear.

Companies including Google, Apple, Samsung, and others are investing billions in developing new biometric sensors. Combined with big data, the information from these sensors could help prevent disease and extend lifespans.

And consumers aren't likely to have to pay for it. Insurance companies have a vested interest in new technologies that will keep their clients healthier, and AI bots that help you remember to eat well, take your meds, and get important diagnostic tests that could keep you out of the hospital are a good investment. (More about insurance in a moment.)

Finance 

AI is also going to be increasingly important in the financial services industries.

In the very near future, AI financial advisors will begin to replace human advisors. Computerized systems can sort through tens of thousands of possible companies to make recommendations. It can look at your social media posts, your emails, and through sentiment analysis, determine which companies best align with your values and your risk tolerance. And then it can continue to monitor your personal profile and the market and help adjust your portfolio in real-time.

And a human advisor can't begin to compete with that level of detail and automation.

This doesn't even take into account the AI algorithms that are already making stock market transactions in nanoseconds and making revenue predictions based on hundreds, if not thousands of data points.

The era of the guess and the gut feeling when it comes to investments is headed out the door. Additionally, AI systems will benefit banks and lenders by being able to predict which applicants are high and low risk investments for personal and business loans. Our credit scores are already on their way to being much more than the sum of our debts and bills paid. Before long, AIs working for banks will be able to tell by something as innocent as the kinds of things you buy and where you buy them whether or not you'll repay your car loan.

Insurance

Building on the idea of the AI guaranteeing your personal loan, your insurance company will also be transformed by artificial intelligence and big data. It's already begun, with companies like Progressive offering discounts of you agree to putting a little monitoring device in your car that lets them know whether or not you're a safe driver.

Imagine a health insurance company doing the same thing; just wear this smart device for a few weeks, and we'll let you know if we can insure you at a lower rate. If your heart rate, blood pressure, activity levels and other things indicate you lead a healthful life, you get a discount.

Another big change AI could see ushered in is autonomous cars. One of the major purposes behind developing autonomous cars is that they rarely, if ever, crash. So the only insurance they would need would be to replace them if a storm drops a tree on them. No more collision insurance.

In addition, it's likely that auto ownership in general would decline; people would no longer buy cars, but buy 24/7 access to a car. In this case, the auto insurance industry loses millions of customers, with only a few large corporations that rent the cars to insure.

Got hail damage to your home or your crops? Sensor data and satellite imaging, combined with weather data, can instantly assess whether or not you have a claim, eliminating the need for certain claims agents.

The more data the insurance industry has access to, the more they can automate, and the more they rely on AI, the more the industry will change.

These are just a few examples of industries that I predict will change dramatically in the very near future due to the advent of less expensive, easier to implement artificial intelligence programs.

Written by

Bernard Marr
Best-Selling Author, Keynote Speaker and Leadin

Fanky Christian
fankychristian.blogspot.com

Tuesday, October 11, 2016

JADILAH BUSUR YANG KUAT UNTUK ANAK-ANAK (PANAH)MU, TAPI LEPASKANLAH MEREKA

JADILAH BUSUR YANG KUAT UNTUK ANAK-ANAK (PANAH)MU, TAPI LEPASKANLAH MEREKA

(BECOME A STRONG BOW FOR YOUR CHILDREN)

Kita sudah terbiasa dengan dengan pepatah yang mengatakan bahwa orang tua selalu menginginkan yang terbaik buat anak anaknya....
Betulkah itu?
Saya yakin itu betul, tapi kita lihat 2 kasus di bawah ini ....

Sebut saja namanya Agung, 20 tahun lalu lulus dari Jurusan Sospol di universitas ternama di Jawa.
Dia bersahabat dengan  Rochman yang kuliah di Jurusan yang sama.
Setelah selesai kuliah, mereka berdua mendapatkan pekerjaan sebagai PNS  di Timor Timur.
Rochman berangkat ke sana.
Ibunya Agung menangis waktu Agung minta ijin berangkat.
Ayahnya berkata,"Cari sesuap nasi saja kok sampai ke Timor Timur"
Akhirnya orangtuanya menyuruh Agung tinggal di rumahnya dan membantu orang tuanya menjahit baju.
(Orangtuanya punya usaha konveksi di pasar).

Dua puluh tahun kemudian ....
Rochman ternyata tidak lama menjadi PNS, dia mempunyai banyak koneksi dan network, dia pun memulai bisnis untuk mendatangkan barang barang dari Pulau Jawa ke Timor Timur.
Sekarang Rochman menjadi pengusaha yang sangat sukses tinggal dan menjalankan bisnisnya dari Surabaya.
Sementara Agung .... masih membantu orang tuanya menjahit baju di pasar (cerita nyata).

Namanya Andini ... lulus dari SMA ternama di Jakarta.
Andini mempunyai cita cita menjadi pengusaha.
Jadi lulus SMA dia malah tidak mau kuliah karena dia ingin belajar berbisnis sendiri.
Orangtuanya memaksa dia untuk kuliah.
Andini bilang dia mau kuliah asalkan dia boleh kuliah di jurusan bisnis.
Orangtuanya masih memaksa Andini untuk kuliah di jurusan Kedokteran Umum.
Dan karena Andini memang pintar, akhirnya Andini diterima di Kedokteran Umum di Universitas negeri terkenal di Yogyakarta.
Berangkatlah Andini ke Yogyakarta meskipun dalam hati dia sangat membenci jurusan itu.
Tetapi karena Andini selalu dijejali dengan ajaran bahwa kita harus menjadi anak yang menurut sama orang tua, maka berangkatlah Andini.

12 bulan kemudian.... sayang sekali, Andini stress , dia memutuskan untuk keluar dari perkuliahan dan sekarang dalam perawatan psikiater.

Saya menangis mendengar nasib Agung dan Andini.
Dan saya yakin masih banyak Agung-agung lain dan Andini-andini yang lain di Indonesia.

Dan sekarang waktunya kita berfikir apakah SEMUA orang tua menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya?
Really?
Jangan-jangan banyak orang tua yang menginginkan yang terbaik untuk image dan prestige orang tuanya (tanpa memperdulikan pilihan anaknya).
Duh... kadang di sini saya merasa sedih.

Khalil Gibran menulis ....
"Engkau adalah busur tempat anak-anakmu menjadi anak-anak panah yang hidup diluncurkan"

Apa artinya?
Orang tua menjadi busur yang kuat bagi anak anak panah.
Tetapi pada saat anak panah sudah diarahkan, lepaskanlah mereka. Biarkan mereka terbang sendiri.
Orang tua memanh harus mendidik dan membentuk nilai-nilai yang baik untuk anak-anak mereka...
Tetapi pada saat anak anda dewasa biarkan mereka mengambil keputusan mereka.
Anda  boleh menyarankan , boleh memberikan pilihan, tetapi jangan memaksakan kepada mereka.
Ingat bahwa mereka adalah makhluk hidup yang mempunyai akal dan pikiran sendiri.
Mereka bukan bejana atau vas bunga yang anda dengan bebas boleh memasukkan cairan apapun ke dalamnya.

Saya berharap agar kita tidak mengulangi tragedi Agung (yang sampai umur 48 tahun menjadi penjahit di pasar, padahal sebenarnya dia  bisa meniti karier gemilang di tempat lain).
Atau jangan mengulangi kisah Andini yang akhirnya harus dirawat psikiater (padahal seharusnya menikmati masa muda yang ceria dengan melakukan apa yang dia suka sesuai passionnya).

Do you want the best for your chidren?
Or actually do you want the best for your image and prestige?
THINK AGAIN !

Do you know what I did to my daughter?
When she asked me ,"Papa which major should I take for my Bachelor degree"
Since I am an HR director, she might expect a detailed answer.
Actually I said,"Take whatever you want. Because the job that you will do in 5 years don't even exist today."
"Just go... discover the world... and learn whatever you want....because the most important thing for you is learning agility, your ability to learn new things and adapt to the  new situation. "
Now, she got scholarship to study Chemical engineering in US.
And most importantly, she is happy and she enjoy learning it!

Terus bagaimana dong, apakah hal itu  berarti kita tidak boleh ngasih tahu ke anak?
Apakah itu berarti kita tidak boleh menasihati anak-anak kita sendiri.
Boleh aja. Ingat kita kan masih harus menjadi BUSUR panah yang baik.
Anak panah harus mendapatkan busur yang kokoh.

But there is one thing you should never do.
Memaksakan kehendak anda kepada mereka. Never! Not even under any circumstance, you should never force your decision to your own kids.

Terus bagaimana dong untuk membantu mereka menyiapkan masa depan mereka?
Here are 5 ways to build a strong foundation for your kids....

1. TIME
2. VALUES
3. TRUST
4. OPTIMISM
5. EXAMPLE

Kita diskusikan satu persatu yuk.

1. Spend TIME with them

Yang pertama ya memang kita harus spend time dengan mereka.
Maaf, there is no such thing as quality time.
Quality time adalah konsep yang diciptakan oleh orang tua yang tidak mau spend time dengan anak anaknya.

Apalagi kalau anak anak anda masih kecil.
Spend time with them because when they grow up they will not want to spend time with you.

You will use the time that you spend with them mainly to listen and understand them.
Just listen... listen... and listen to them.
Kadang kadang anda bisa sharing tentang cerita yang patut menjadi contoh.

2. Build VALUES in their character

Build the values in their character agar mereka tahu apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak.
Agar anda tidak usah mengawasi mereka terus menerus atau mengulang-ulang instruksi yang harus mereka jalankan.
Seorang sahabat saya, sebut saja namanya David, mengajarkan kepada anak anaknya bahwa nilai nilai di keluarga mereka adalah
- Honesty
- Trust
- Hardwork
- Achieve
Dan mereka benar benar dengan konsisten melaksanakan hal itu di keluarga mereka.
Pikirkan... apakah nilai nilai yang akan anda terapkan di keluarga anda.
Ceritakan kepada anak anak anda.
Implementasikan dengan konsisten.
Ingat ...
- Pikirkan
- Ceritakan
- Implementasikan

3. TRUST them
Kalau anda sudah menanamkan nilai nilai yang kuat dalam kepribadian mereka berarti anda harus percaya pada mereka. Trust them.
Biarkan mereka melakukan kesalahan.
Biarkan mereka bangkit sendiri.
Mereka akan belajar dari situ dan membentuk karakter yang teguh.
Sementara kalau anda mengawasi terus menerua dan mengontrol, mereka hanya akan menjadi pribadi yang rapuh.
Trust them.
Let them make their mistake.
Let them learn.
Let them stand up again.

4. Develop OPTIMISM in them

Ajari mereka bahwa dunia ini indah dan menjanjikan masa depan yang cerah, apabila mereka bekerja keras.
Ajari mereka untuk bermimpi dan becita cita setinggi tingginya.
Kemudian ajari mereka untuk bekerja keras, sekeras kerasnya.

5. Lead them by EXAMPLE
Terakhir... yang paling penting, lead by example. Berikan mereka contoh yang bagus.
Anda tidak mungkin menyuruh mereka bekerja keras kalau anda sendiri bermalas malasan.
Be a good example.
Let them look and learn from you.

Salam Hangat,

Pambudi Sunarsihanto

Fanky Christian
fankychristian.blogspot.com

Happiness

Happiness often sneaks in through a door you didn't know you left open. -John Barrymore

Happiness is not something ready made. It comes from your own actions. -Dalai Lama

Be happy with what you have and are, be generous with both, and you won't have to hunt for happiness. -William E. Gladstone

Most folks are as happy as they make up their minds to be. -Abraham Lincoln

I am determined to be cheerful and happy in whatever situation I may find myself. For I have learned that the greater part of our misery or unhappiness is determined not by our circumstance but by our disposition. -Martha Washington

Happiness is when what you think, what you say, and what you do are in harmony. -Mahatma Gandhi 

Be happy for this moment. This moment is your life. -Omar Khayyam 

Some cause happiness wherever they go; others whenever they go. -Oscar Wilde 

If you want others to be happy, practice compassion. If you want to be happy, practice compassion. -Dalai Lama

A table, a chair, a bowl of fruit and a violin; what else does a man need to be happy?-Albert Einstein 

The first recipe for happiness is: avoid too lengthy meditation on the past. -Andre Maurois 

Don't wait around for other people to be happy for you. Any happiness you get you've got to make yourself. -Alice Walker

Our greatest happiness does not depend on the condition of life in which chance has placed us, but is always the result of a good conscience, good health, occupation, and freedom in all just pursuits. -Thomas Jefferson 

True happiness comes from the joy of deeds well done, the zest of creating things new. -Antoine de Saint-Exupery 

Happiness cannot be traveled to, owned, earned, worn or consumed. Happiness is the spiritual experience of living every minute with love, grace, and gratitude. -Denis Waitley 

It is not how much we have, but how much we enjoy, that makes happiness. -Charles Spurgeon

The Constitution only gives people the right to pursue happiness. You have to catch it yourself. -Benjamin Franklin 

Achievement of your happiness is the only moral purpose of your life, and that happiness, not pain or mindless self-indulgence, is the proof of your moral integrity, since it is the proof and the result of your loyalty to the achievement of your values. -Ayn Rand 

There is only one way to happiness and that is to cease worrying about things which are beyond the power of our will. -Epictetus 

There is only one happiness in this life, to love and be loved. -George Sand 

Happiness doesn't depend on any external conditions, it is governed by our mental attitude. -Dale Carnegie 

Happiness depends upon ourselves. -Aristotle

Everything has its wonders, even darkness and silence, and I learn, whatever state I may be in, therein to be content. -Helen Keller

Joy is a net of love by which you can catch souls. -Mother Teresa

Future. That period of time in which our affairs prosper, our friends are true and our happiness is assured. -Ambrose Bierce 

But what is happiness except the simple harmony between a man and the life he leads?-Albert Camus 

True happiness… is not attained through self-gratification, but through fidelity to a worthy purpose. -Helen Keller 

Happiness is not a goal; it is a by-product. -Eleanor Roosevelt 

The happiness of your life depends upon the quality of your thoughts: therefore, guard accordingly, and take care that you entertain no notions unsuitable to virtue and reasonable nature. -Marcus Aurelius

It is neither wealth nor splendor; but tranquility and occupation which give you happiness. -Thomas Jefferson 

Action may not always bring happiness; but there is no happiness without action. -Benjamin Disraeli 

Happiness is like a kiss. You must share it to enjoy it. -Bernard Meltzer

Happiness is not a matter of intensity but of balance, order, rhythm and harmony. -Thomas Merton

Happiness is nothing more than good health and a bad memory. -Albert Schweitzer 

Happiness is the only good. The time to be happy is now. The place to be happy is here. The way to be happy is to make others so. -Robert Green Ingersoll 

Happiness makes up in height for what it lacks in length. -Robert Frost 

Remember that the happiest people are not those getting more, but those giving more. -H. Jackson Brown, Jr.

If you want to be happy, be. -Leo Tolstoy

True happiness is… to enjoy the present, without anxious dependence upon the future. -Lucius Annaeus Seneca

Happiness… consists in giving, and in serving others. -Henry Drummond

Happy is the man who has broken the chains which hurt the mind, and has given up worrying once and for all. -Ovid 

An effort made for the happiness of others lifts above ourselves. -Lydia M. Child 

The person born with a talent they are meant to use will find their greatest happiness in using it. -Johann Wolfgang von Goethe

Happiness is an inside job. -William Arthur Ward 

Happiness is that state of consciousness which proceeds from the achievement of one's values. -Ayn Rand

Now and then it's good to pause in our pursuit of happiness and just be happy. -Guillaume Apollinaire

Happiness is found in doing, not merely possessing. -Napoleon Hill

Anything you're good at contributes to happiness. -Bertrand Russell 

You must try to generate happiness within yourself. If you aren't happy in one place, chances are you won't be happy anyplace. -Ernie Banks 

Nothing brings me more happiness than trying to help the most vulnerable people in society. It is a goal and an essential part of my life – a kind of destiny. Whoever is in distress can call on me. I will come running where

http://jakartanews.co/50-happiness-quotes-important-life-lessons/

Fanky Christian
fankychristian.blogspot.com

Monday, October 10, 2016

Taiwan-Indonesia ICT Partnership 2016 - 27 OKT 2016 - GRAND MERCURE JAKARTA

Hi Rekan-rekan APKOMINDO,

Kami informasi mengenai event “Taiwan-Indonesia ICT Partnership 2016” , silahkan segera mendaftar :

Berikut di bawah ini adalah agendanya:

Event agenda:
Event Name                       : Taiwan-Indonesia ICT Partnership 2016
Organizer                            : Taipei Computer Association (TCA), Indonesia Taiwanese Chambers of Commerce, Indonesian Information Technology Federation (FTII)
Co-organizer                      : ASOSIASI PENGUSAHA KOMPUTER INDONESIA (APKOMINDO)
Event Management        : Taipei Computer Association (TCA)
Date                                      : 27th October 2016 (Thursday)
Time                                      : 12:00pm~5:30pm (lunch included)
Venue                                  : Hans Palace for Lunch and Diamond for Breakout meeting, Grand Mercure Jakarta Harmoni
Agenda: 12:00~13:30

Lunch
13:30~14:00
Registration
14:00~14:30
Opening Remarks
1. Taipei Computer Association(TCA)
2. Indonesia Taiwanese Chambers of Commerce
3. Indonesian Information Technology Federation (FTII)
4. ASOSIASI PENGUSAHA KOMPUTER INDONESIA (APKOMINDO)
14:30~15:30
Introduction of Taiwan ICT Delegates
(each participant is given 5 mins to intro their products)
15:30~17:30
1-to-1 Business Matching
17:30~
Networking Session

Inti dari acara ini adalah pihak asosiasi komputer Taiwan saat ini sedang mencari partner business di Indonesia, jika kiranya rekan-rekan tertarik maka ada session untuk berbicara langsung dengan perusahan-perusahan tersebut secara private, ruang dan waktu telah di sediakan. 

Jika rekan ada yang tertarik untuk 1 to 1 business matching, infokan ke saya kembali agar saya bisa mengatur dan mempertemukan rekan dengan perusahaan, untuk session 1 to 1 business matching di mulai pukul 15:30 – 17.30.

FYI, untuk registrasi paling lambat tanggal 10 Oct 2016. 
Untuk registrasi 1-to-1 Business Matching segera email data lengkap perusahaan ke eddy@unicodepratama.com , cc: dpddkiapkomindo@gmail.com

Demikian infonya, jika kurang jelas dapat menghubungi saya kembali. Terima kasih.

Best Regards,
L. Eddy Kurdi
eddy@unicodepratama.com
0817-6868-308
0811-88888-69

Sunday, October 09, 2016

Filosofi Hiu dalam Kehidupan

:: Filosofi Hiu dalam Kehidupan ::

Untuk masakan Jepang, kita tahu bahwa ikan salmon akan lebih enak untuk dinikmati jika ikan tsb masih dalam keadaan hidup saat hendak diolah untuk disajikan. Jauh lebih nikmat dibandingkan dengan ikan salmon yang sudah diawetkan dengan es.

Itu sebabnya para nelayan selalu memasukkan salmon tangkapannya ke suatu kolam buatan agar dalam perjalanan menuju daratan salmon-salmon tersebut tetap hidup.
Meski demikian pada kenyataannya banyak salmon yang mati di kolam buatan tersebut.

Bagaimana cara mereka menyiasatinya?
Para nelayan itu memasukkan seekor hiu kecil dikolam tersebut. Ajaib!
Hiu kecil tersebut 'memaksa' salmon-salmon itu terus bergerak agar jangan sampai dimangsa.
Akibatnya jumlah salmon yang mati justru menjadi sangat sedikit.

Diam membuat kita mati!

Bergerak membuat kita hidup!

Apa yang membuat kita diam?
Saat tidak ada masalah dalam hidup dan saat kita berada dalam zona nyaman.
Situasi seperti ini kerap membuat kita terlena..
Begitu terlenanya sehingga kita tidak sadar bahwa kita telah mati.

Apa yg membuat kita bergerak?
Masalah.. Tekanan Hidup.. dan Tekanan Kerja..
Saat masalah datang secara otomatis naluri kita membuat kita bergerak aktif dan berusaha mengatasi semua pergumulan hidup itu..
Tidak hanya itu, kita menjadi kreatif, dan potensi diri kitapun menjadi berkembang luar biasa..
Ingatlah bahwa kita akan bisa belajar banyak dalam hidup ini bukan pada saat keadaan nyaman, tapi justru pada saat kita menghadapi badai hidup..

Itu sebabnya syukurilah 'hiu kecil' yang terus memaksa kita untuk bergerak dan tetap survive.

Masalah hidup adalah baik, karena itulah yang membuat kita terus bergerak. Hiu-hiu kecil itu bisa diumpamakan siapa dan apa saja dalam hidup kita...

Jangan jatuh walaupun kita dijatuhkan oleh orang lain. Justru efeknya bisa membuat kita bangkit menjadi luar biasa.

Fanky Christian
fankychristian.blogspot.com