Translate

Sunday, May 26, 2019

WHEN YOU FALL and YOU HAVE TO STAND UP AGAIN

WHEN YOU FALL and YOU HAVE TO STAND UP AGAIN

(Pada saat anda jatuh dan anda harus bangun lagi!)

Ternyata dunia ini penuh dengan ilmu, seperi halnya kita tersesat di hutan belantara dan banyak pohon-pohon dengan buah-buahan yang ranum dan lezat tergantung di mana-mana. Masalahnya adalah apakah kita rajin mengamati dan mau "memetik" pelajaran dari apa yang anda amati.

Hari yang cerah di musim semi tahun 2017. Siang itu saya berjalan jalan sore di Venice Beach, California. Dan tanpa sengaja saya bertemu dengan Daniel, seorang CEO sebuah start-up company di Los Angeles. 
Saya mengenalnya karena tanpa sengaja kami berada di Cafe yang sama sambil
menikmati segarnya pantai di Venice Beach. 
Perusahaan Daniel bergerak di bidang advertising dan multi media khusus untuk gastronomy industry (food and beverage). Usahanya sangat sukses, bisnis tumbuh pesat, karyawan nambah, customer happy.
Kelihatannya hidupnya Daniel lancar, mulus dan tanpa rintangan.
Saya pikir begitu...

Daniel tertawa terbahak bahak "Are you freaking kidding me? My life was full of shit before I became the man I am today!"

Wah ternyata hidupnya Daniel bagaikan roller coaster  yang baik turun dengan drastis. Kita dengarkan cerita Daniel.

Waktu baru lulus SMA Daniel sangat tertarik untuk belajar memasak dan ingin menjadi Chef kelas dunia. Berangkatlah Daniel mengembara ke Perancis dan ingin belajar dari Chef terkenal di Paris. Memulai menjadi tukang cuci piring, kemudian menjadi pelayan (waitress) dan akhirnya Daniel menjadi asisten Chef.
Di situlah dia digembleng dengan pengalaman memasak berbagai makanan mewah. Daniel punya cita-cita , ingin menjadi Chef terkenal di New York.  Jadi setelah menimba pengalaman bertahun-tahun di Paris, Daniel pun pulang ke New York dan bersama seorang sahabat ayahnya , mereka membuka restoran sendiri di New York.

Semua orang New York tahu bahwa untuk menjadi restoran terkenal di sana, kita harus mendapatkan review dari koran "New York Times".
Daniel pun bercita-cita 
untuk mendapatkan review terbaik (5 star) dari koran ternama tersebut. 
Daniel berjuang keras membangun restorannya, dan ternyata Daniel mendapatkan banyak pujian hebat dari tamu-tamunya, bahkan dari beberapa celebrities!

Maka Daniel pun memberanikan diri untuk menulis email ke New York Times untuk mengundang mereka.
Untungnya mereka bersedia datang. Mereka bilang mereka akan datang incognito dan anonyme minggu depan, dan review nya akan ditampilkan pada hari Senin berikutnya.
Daniel dan teamnya bekerja keras dan dia pun happy dengan performance team nya.

Senin yang dinanti-nanti datang, dan ternyata Daniel mendapatkan satu star. Kategori yang terburuk yang bisa didapatkan.
Kritikusnya menulis,"Service dan quality makanan di restoran itu begitu buruknya. Dan saya mempunyai misi untuk menyelamatkan warga New York dari restoran seburuk ini!"

Daniel tidak percaya dengan mata dan teliganya. Tetapi akhirnya Daniel memutuskan untuk meninggalkan kariernya di bidang retoran.

Daniel begitu frustasi dan memutuskan untuk hidup menyendiri di rumah liburan milik ayahnya di sebuah pulau terpencil dan tinggal sendiri di sana selama 5 tahun.

Setelah beberapa bulan di sana, Daniel pun mulai belajar berinvestasi pasar saham melalui internet. Bermodalkan seluruh tabungan yang masih tersisa (sekitar 50 ribu dollar), Daniel pun mulai berinvestasi. Tadinya sambil belajar Daniel berhati-hati, dan pelan-pelan uangnya berkembang terus sampai akhirnya setelah 5 tahun uangnya mencapai setengah juta dollar.

Dan ternyata badai menerpa kehidupan Daniel lagi. Suatu hari, di tengah dahsyatnya krisis financial yang melanda dunia, Daniel kalah besar dan kehilangan seluruh uangnya! Tanpa sepeserpun ada di cash nya.

When you think you cannot go any lower, well, you can still go lower.

Kali ini Daniel sakit dan masuk rumah sakit selama 3 bulan.
Pada saat dia diopname, datanglah teman SMA nya (William). William sekarang tinggal di Los Angeles. William ingin memulai usaha di bidang advertising khusus untuk gastronomy, dan dia memerlukan expert di bidang food industry. William sudah berhasil menemukan angel (investor) yang bersedia menyuntikkan dana.
Itulah kenapa William mencari Daniel dan mengajaknya untuk berpartner. 
Daniel pun langsung termotivasi, sembuh dari sakitnya, mengepak barang-barangnya dan pindah ke Los Angeles.
Lima tahun kemudian usaha itu sukses luar biasa.

You dont know how close you are to your final destination !

Daniel meneruskan,"Pam, saya mengenal orang yang gagal belasan kali dan terus mencoba lagi sampai akhirnya berhasil. Saya merasa beruntung sekali hanya gagal dua kali dan saya  berhasil di usaha saya yang ketiga. Tetapi kita tidak akan pernah tahu seberapa dekat kita kepada tujuan akhir kita!
Jadi jangan pernah menyerah!
Siapa tahu ternyata kesuksesan itu hanya selangkah lagi ? Apakah kita tidak menyesal?

Wow, keren banget pendapatnya Daniel. 
Di situlah pentingnya "resiliance", atau bahasa Indonesianya kegigihan, keuletan, keukeuh, tahan banting!
Selalu mencoba dan mencoba lagi setelah jatuh.
Selalu bangun dan bangun lagi setelah jatuh!
Tidak pernah menyerah, dan tidak pernah berhenti sebelum mencapai kesuksesan!

Saya pun  bertanya pada Daniel, bagaimana meningkatkan resiliance kita.

Inilah lima langkah yang direkomendasikan Daniel ....

a) Face down reality
    (Accept it and have    
      a low expectations)

Apapun yang terjadi terimalah apa yang kita alami. Semakin  keras kita menolak, kita akan semakin menderita. Manage expectations anda. Jangan berharap terlalu tinggi! Nanti kekecewaan anda juga akan semakin dalam.
Sadarilah bahwa hidup itu memang akan penuh dengan kerja keras, penderitaan, cobaan, ujian, hambatan, rintangan, celaan, hinaan, penderitaan sebelum akhirnya anda mencapai keberhasilan. Tidak ada pilihan lain!

b) Search for purpose of your life, dream and set your objective

Bermimpilah, bercita-citalah yang tinggi, pasanglah target dalam kehidupan anda. Terobsesilah dengan target anda. Jangan berhenti sebelum target anda tercapai!

c) Stop, look, listen and learn

Jangan hanya sekedar mencoba lagi. Di setia akhir dari usaha anda (mau berhasil atau gagal), belajarlah dari pengalaman itu. Evaluasi sendiri, atau kalau perlu tanyakan pada orang lain...
- apa yang sudah anda lakukan dengan baik dan teruskan
- apa kekeliruan yang anda lakukan dan sebaiknya anda stop
- adakah cara lain yang belum anda coba

d) Continuously Improvise

Terus meneruslah berksperimen dan mencoba-coba. Setiap awal usaha adalah waktu yang tepat untuk mencoba melakukan sesuatu yang baru. Kalau cara lama belum berhasil ya mungkin sebaiknya ditinggalkan dan mencari (mencoba) cara yang lain.

d) Remember, your life is not a sprint, your life is a marathon

Last but not least. Ingatlah bahwa hidup ini adalah sebuah perjalanan panjang (marathon). Hidup ini bukan lari jarak pendek 100 meter. Gagal sekali dua kali atau bahkan belasan kali juga gak apa apa. Asalkan kita bangkit dan bangkit lagi!

The real failure is when we stop trying.
Kegagalan yang sebenarnya adalah ketika kita  berhenti mencoba!

Jadi ingat ya, 5 langkah untuk meningkatkan kegigihan dan keuletan kita ....

a) Face down reality
    (Accept it and have a low expectations)
b) Search for purpose of your life
c) Stop, look, listen and learn
d) Continuously Improvise
e) Remember, your life is not a sprint, your life is a marathon

Los Angeles, 11 Maret 2017
Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto

Fanky Christian
IT Infrastructure Specialist
Smartcityindo.com
StartSmeUp.Id

Chairman DPD DKI APTIKNAS
Vice Chairman ASISINDO
Secretary ACCI