Translate

Friday, May 17, 2019

TELL YOUR STORY

TELL YOUR STORY

Senja mulai menyapa Jakarta. Kuning kemilau mulai mewarnai
langitnya. Saya sedang on the way menuju Setia Budi One , menemui seorang pembaca saya.
Namanya Dissa, dia bekerja sebagai Finance Manager di sebuah perusahaan asurandi multinasional .
Dissa sudah lama membaca tulisan saya secara regular dan beberapa kali mengajak saya dinner berdua.
Akhirnya saya berhasil menemukan waktu di sela-sela kesibukan saya.

Saat saya memasuki rumah makan Vietnam di building itu, saya melihat Dissa sudah duduk di pojok dengan celana panjang, kemeja hitam dan rambut yang pendek dan make up yang tipis, menunjukkan style tomboy yang dia sukai.
Kami memesan mie ayam dan beberapa lumpia Vietnam.
Dan mulailah Dissa bercerita.

"Pak Pam kan kerjanya di HR, topicnya kan banyak yang menarik dan fun. Jadi kalau presentasi banyak yang suka mendengarkan. Saya ini kerja di bagian Finance. Sering kali pekerjaan saya boring dan bahkan presentasinya kadang-kadang tentang efficiency atau cost cutting. Mereka dengerinnya aja gak semangat. Saya presentasi jadi males dan bete. Gimana caranya?"

Kata-kata itu meluncur dengan begitu cepat dari bibir mungilnya. Saya baru menyadari betapa beningnya mata Dissa setelah menatapnya sekian lama.

Pertanyaan Dissa sangat relevant. Kita semua seringkali harus presentasi untuk kepentingan bisnis kita. Tetapi bagaimana mau presentasi kalau pendentarnya aja males mendengarkan.
What is the aswer? Dont do presentation , tell your story,
Dont be a presenter, Be A storyteller.

Seorang story teller itu seperti sutradara film. Bisa bikin film action, film comedy, film drama atau film sedih sekalipun. Berart Dissa juga bisa bikin story yang sama.
Seperti film sedih, Dissa bisa tell cerita sedih kalau target penjualan perusahaan tidak tercapai.
Dissa bisa bikin film yang happy kalau pencapaian perusahaan melampaui objective dan waktunya bagi bagi bonus yang besar.
Tapi Dissa juga bisa bikin film horror kalau harus menakut-nakuti semua orang agar memotong pengeluaran, kalau tidak , target keuntungan tidak akan tercapai.
Voila !

Intinya adalah bagaimana menyajikan ide yang harus disampaikan dalam bentui cerita (atau movie).
By the way,  film favorite saya adalah James Bond. Karena pintarnya sutradara memainkan alur cerita.
Jadi pada awal kita selalu disuguhi adegan action yang keren (biasanya James Bond sedang menjalankan misi sebelumnya di negara lain).
Jadi penonton sudah bilang, wah keren banget. Kemudian baru disusul adegan James Bond ketemu bossnya, lalu ke negara lain menjalankan misinya, ketemu Bond girl, ....etc ... dan pada akhirnya ditutup dengan adegan action lagi.

What does it tell us? Kita mulai dengan big bang di awal, baru kita teruskan alur cerita dan kemudian kita tutup dengan big bang lagi!
Berarti Dissa (dan kita semua) bisa melakukan hal yang sama pada saat kita presentasi untuk masalah bisnis yang akan kita sampaikan.

Untuk lebih lengkapnya tentang bagaimana mengubah presentasi kita menjadi story telling, kita ikuti beberapa rekomendasi di bawah ini :
FIRST: Decide what kind of story you will tell,
THEN
a) STATE THE SURPRISING FACT
b) BUILD THE INTEREST
c) SELL YOUR IDEA
d) CLOSE WITH A BIG BANG

Kita bahas satu persatu ya....

FIRST: Decide what kind of story you will tell,
Jadi kita harus menentukan story kita seperti apa, berita apa yang kita sampaikan?
Berita gembira karena target terlampaui? Berita sedih karena target gagal tercapai?
Sense of urgency karena harus melakukan pengetatan cost?
Genre dari story ini sangat penting, dan akan menentukan alur berikutnya.

a) STATE THE SURPRISING FACT
Seperti James Bond, bukalah story anda dengan sesuatu yang menarik, mengejutkan, mendebarkan atau menegangkan.
Anda bisa share sebuah number yang menarik, statistik yang mengejutkan atau fakta yang belum diketahui mereka.

b) BUILD THE INTEREST
Setelah itu teruskan dengan kelanjutan cerita sambil membangun interest dan importance.
Mengapa topic yang akan anda share menjadi penting?
Apa resiko dan consequence kalau initiative anda tidak diimplementasikan?
Apa manfaatnya bagi perusahaan secara jangka pendek maupun jangka panjang?

c) SELL YOUR IDEA
Kemudian sampaikanlah ide anda. Hanya anda harus mengganti mindset anda, dari mempresentasikan ,
menjadi menjual ide anda.
Pada saat anda berfikir presentasi, ya mungkin anda akan berbicara dengan slide anda selama 30 menit, setelah itu? nothing?
Sementara kalau anda mempunyai mindset menjual ide anda, maka anda harus mempengaruhi mereka.
Apa yang anda katakan harus mengubah behavior mereka. Dan anda belum selesai selama anda belum meyakinkan mereka!
Jadi ingat ya, do not tell your idea, you sell your idea. 
Beda cuma satu huruf, tapi beda mindset nya besar, usaha anda juga berbeda, dan hasilnya harus juga berbeda.

d) CLOSE WITH A BIG BANG
Terakhir, tutuplah session anda dengan sesuatu yang mengejutkan secara positive. Sampaikan penutup yang akan diingat ingat mereka, angka, statistic, fact , finding, resiko, opportunity atau apapun, yang membuat mereka teringat dan akan melakukan change of behavior yang anda harapkan.


Jadi ingat ya, kalau anda ingin presentasi bisnis anda menjadi lebih effective, ubahlag style anda dari presenter menjadi storyteller.
Lakukan beberapa langkah di bawah ini:
FIRST: Decide what kind of story you will tell,
THEN
a) STATE THE SURPRISING FACT
b) BUILD THE INTEREST
c) SELL YOUR IDEA
d) CLOSE WITH A BIG BANG

Salam Hangat 

Pambudi Sunarsihanto



Fanky Christian
IT Infrastructure Specialist
Smartcityindo.com
StartSmeUp.Id

Chairman DPD DKI APTIKNAS
Vice Chairman ASISINDO
Secretary ACCI