Translate

Friday, December 15, 2017

THE DUAL ROLE OF A LEADER: MOTIVATOR and CHALLENGER

THE DUAL ROLE OF A LEADER: MOTIVATOR and CHALLENGER

As leader,  you can not deliver business result without the help of your team.
This is why it is important to play a dual role: motivate and challenge your team.

How to play the dual roles?

0. Give balance feedback, 3the positive areas and the areas of improvemen
0. Praise them on their effort, on the spot
0. Challenge them hard, to leave the complacency
0. Show the difference between their potential (what they could do) and their performance (what they have achieved)
0. Help them to reach their dream (support them to achieve their career aspirations)

Warm regards

Pambudi Sunarsihanto

Wednesday, December 13, 2017

DARE TO GO TO DISCOMFORT ZONE

DARE TO GO TO DISCOMFORT ZONE
(Keberanian untuk pergi ke zona yang tidak nyaman)

Stand-up comedian favorite saya namanya Glad Elmaleh. Lahir di Maroko, kuliah di Canada dan ngetop di Perancis.
Beberapa tahun lalu terpilih menjadi “Orang Paling Lucu di Perancis”.
Sebegitu ngetopnya sampai release puluhan DVD, dan one-man-show (Stand Up Comedy berbahasa Perancis) nya selalu fully booked berbulan-bulan di gedung berkapasitas 12,000  penonton.
Well, he is on top of the world ...

Kemudian , pada tahun 2015, Gad melalukan keputusan drastis dan meninggalkan Perancis untuk pergi ke New York. Dan dia akan memulai kariernya sebagai stand-up comedian berbahasa Inggris di sana. Keputusan yang sangat mengejutkan, sangat berani bahkan nekat!

Kita harus mengerti bahwa dunia theatre dan stand up comedy itu sangat tergantung kepada bahasa penyampaian. Apa yang lucu dalam bahasa Perancis belum tentu lucu dalam bahasa Inggris. Jadi meskipun Gad punya kemampuan acting yang bagus, dia tetap harus memulai kariernya dari NOL lagi di New York.
Dan dia berani melakukan itu. Mengapa?

Dan kemudian sebuah stasiun TV di Amerika mengundangnya dalam sebuah acara siaran. Mereka bertanya mengapa dia melakukan itu.
Gad menjawab,”Saya ingin keluar dari Comfort Zone saya”
Dia meneruskan bahwa dia sudah menjadi yang terbaik di Perancis. Kalau dia tetap di sana lama lama orang Perancis akan bosan dengan comedynya.
Dia ingin meninggalkan Perancis sebagai yang terbaik dan dia akan berjuang lagi agar menjadi yang terbaik di Amerika. WOW!

Gad sadar, bahwa seperti halnya sebuah product, lama lama comedinya akan menurun daya tariknya. Pada saat itulah dia harus menemukan inovasi baru agar orang tetap menyukainya di market yang baru nanti.
Tentu saja pada awalnya akan sulit. Karena Gad yang sudah terbiasa ditonton di panggung theatre yang berkapasitas 12,000 orang tiba-tiba harus rela turun kelas dan hanya ditonton oleh ratusan orang.
Perubahan selalu sulit, pada awalnya. Tetapi kalau kita bisa melalui phase itu dengan berhasil, maka kita akan mendapatkan manfaat yang luar biasa!

Banyak orang yang enjoy dan menikmati comfort zone. Padahal kalau mereka kelamaan di comfort zone suatu saat mereka akan dipaksa untuk berada di “disaster zone”. Nah daripada dipaksa ke disaster zone, sebaiknya pergilah ke zona tidak nyaman (dis-comfort zone), sebelum kelamaan!
Itulah mengapa saya pindah dari IT expertise ke HR expertise. Apakah mudah? Ya jelas enggak lah! Pasti susah. Bayangin bahwa saya tiap hari dulunya bergaul dengan computer dan cabel, harus mempelajari bagaimana berhubungan dengan manusia.
Istri saya melihat berapa banyak buku yang saya beli, dan betapa saya belajar siang malam bahkan sabtu minggu untuk melahap buku-buku itu sebelum saya terapkan di pekerjaan saya.
Difficult? Yes.
Impossible? No.
So I just did it.

Dan banyak juga teman-teman saya yang melakukan hal yang sama. Sementara banyak yang kerasan di comfort zone, dan takut melangkah. Pada saat disaster zone menimpa, mereka hanya bisa meratap dan menangis.

Jadi apa yang anda bisa lakukan seandainya anda ingin keluar dari comfort zone?
Coba terapkan lima rekomendasi di bawah ini

0. EVALUATE YOUR STRENGTH

Kenali kelebihan anda , kompetensi atau skills yang anda punyai yang tidak dimililki oleh orang lain. Sesuatu yang anda memang lebih bagus daripada orang lain, dalam hal itu.
Ini akan menjadi modal dasar bagi perjalanan anda di masa depan.
Dalam cerita di atas, ternyata Gad sangat jago beracting dan menguasai 7 bahasa.
Apa yang menjadi daftar kemampuan anda?
Ini iuga berarti bahwa anda harus selalu belajar, memperbaiki diri dan menambah kemampuan dan kompetensi anda, dari hari.

0. ANALYZE THE 4 PARAMETERS (EXPERTISE, LOCATION, COMPANY, INDUSTRY)

Analisalah di area mana anda menerapkan kompetensi anda:
⁃ bidang pekerjaan anda (sales, logistic, HR, marketing, finance ...etc)
⁃ lokasi geografi di mana anda bekerja (kota, propinsi, negara?)
⁃ perusahaan mana and mengerjakannya
⁃ industry di mana perusahaan anda beroperasi


0. CHANGE 1 PARAMETER, DONT CHANGE TOO MANY THINGS in YOUR LIFE

Nah, dari keempat parameter itu, usahakan anda melangkah keluar dari zona nyaman, dengan mengubah satu parmeternya. Jangan mengubah terlalu banyak parameter.
Misalnya anda sudah 6 tahun bekerja di Finance departemen, di perusahaan yang sama di industry yang sama di kota yang sama, anda bisa mempertimbangkan untuk pindah ke Marketing di perusahaan itu (dengan persiapan dan planning yang matang tentunya).
Saya juga pernah pindah posisi dari Head of HRD di perusahaan yang sama di industry yang sama dari Singapore ke Beijing.
What can you do? What can you change in your career to get out of your comfort zone?

0. EXECUTION DISCIPLINE

Setelah anda sampai di tempat baru,
maka kerjakanlah dengan sungguh sungguh. Do your best and be strong in execution discipline!
Ingat apa yang akan lakukan akan sangat mempengaruhi performance anda sekarang dan credibility anda di masa depan.

0. IF YOU FAIL, LEARN FROM IT and TRY AGAIN

Kadang-kadang anda akan berhasil, kadang-kadang anda gagal. Don’t worry. Itu proses normal.
Kalau anda berhasil, enjoy the glory!
Kalau anda gagal, its ok, move on,
belajarlah dari kegagalan itu, dan coba lagi!

Ingat , apapun yang terjadi , anda masih mempunyai strength dan kompetensi yang anda punya, jadi anda masih akan bisa bangkit dan memulai lagi dengan kompetensi dan skills tersebut.

Jadi ingat ya, jangan kelamaan di comfort zone. Anda suatu saat bisa dipaksa terlempar ke disaster zone. Dan kalau anda ingin keluar dari comfort zone, inilah yang bisa anda lakukan ...

0. EVALUATE YOUR STRENGTH
0. ANALYZE THE 4 PARAMETERS (EXPERTISE, LOCATION, COMPANY, INDUSTRY)
0. CHANGE 1 PARAMETER, DONT CHANGE TOO MANY THINGS in YOUR LIFE
0. EXECUTION DISCIPLINE
0. IF YOU FAIL, LEARN FROM IT and TRY AGAIN!


Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto

Sunday, December 10, 2017

MENJADI MANUSIA YANG BAHAGIA

RENUNGAN  :
MENJADi MANUSIA YANG BAHAGIA

❤

👉"Engkau mungkin memiliki kekurangan, merasa gelisah dan kadangkala hidup tak tenteram, namun jangan lupa hidupmu adalah sebuah proyek terbesar di dunia ini. Hanya engkau yang sanggup menjaga agar tidak merosot. 
Ada banyak orang membutuhkanmu, mengagumimu dan mencintaimu. 

👉Aku ingin mengingatkanmu bahwa menjadi bahagia bukan berarti memiliki langit tanpa badai, atau jalan tanpa musibah, atau bekerja tanpa merasa letih, ataupun hubungan tanpa kekecewaan. 
Menjadi bahagia adalah mencari kekuatan untuk memaafkan, mencari harapan dalam perjuangan, mencari rasa aman di saat ketakutan, mencari kasih di saat perselisihan. 

👉Menjadi bahagia bukan hanya menyimpan senyum, tetapi juga mengolah kesedihan. 

👉Bukan hanya mengenang kejayaan, melainkan juga belajar dari kegagalan. 

👉Bukan hanya bergembira karena menerima tepuk tangan meriah, tetapi juga bergembira meskipun tak ternama.

👉Menjadi bahagia adalah mengakui bahwa hidup ini berharga, meskipun banyak tantangan, salah paham dan saat-saat krisis. 

👉Menjadi bahagia bukanlah sebuah takdir, yang tak terelakkan, melainkan sebuah kemenangan bagi mereka yang mampu menyongsongnya dengan menjadi diri sendiri. 

👉Menjadi bahagia berarti berhenti memandang diri sebagai korban dari berbagai masalah, melainkan menjadi pelaku dalam sejarah itu sendiri. 

👉Bukan hanya menyeberangi padang gurun yang berada diluar diri kita, tapi lebih dari pada itu, mampu mencari mata air dalam kekeringan batin kita. 

👉Menjadi bahagia adalah mengucap syukur setiap pagi atas mukjizat kehidupan. 

👉Menjadi bahagia bukan merasa takut atas perasaan kita. Melainkan bagaimana membawa diri kita. Untuk menanggungnya dengan berani ketika diri kita ditolak.

👉Untuk memiliki rasa mantab ketika dikritik, meskipun kritik itu tidak adil. 

👉Dengan mencium anak-anak, merawat orang tua, menciptakan saat-saat indah bersama sahabat-sahabat, meskipun mereka pernah menyakiti kita. 

👉Menjadi bahagia berarti membiarkan hidup anak yang bebas, bahagia dan sederhana yang ada dalam diri kita; memiliki kedewasaan untuk mengaku "Saya Salah", & memiliki keberanian untuk berkata "Maafkan Saya"....

👉Memiliki kepekaan untuk mengutarakan "Aku membutuhkan kamu" ; memiliki kemampuan untuk berkata "Aku....

👉Dengan demikian hidupmu menjadi sebuah taman yang penuh dengan kesempatan untuk menjadi bahagia. 

👉Di musim semi-mu, jadilah pecinta keriangan. Di musim dingin-mu, jadilah seorang sahabat kebijaksanaan. 

👉Dan ketika engkau melakukan kesalahan, mulailah lagi dari awal. Dengan demikian engkau akan lebih bersemangat dalam menjalankan kehidupan. 

👉Dan engkau akan mengerti bahwa kebahagiaan bukan berarti memiliki kehidupan yang sempurna, melainkan menggunakan airmata untuk menyirami toleransi, menggunakan kehilangan untuk lebih memantabkan kesabaran, kegagalan untuk mengukir ketenangan hati, penderitaan untuk dijadikan landasaan kenikmatan, kesulitan untuk membuka jendela kecerdasan. 

👉Jangan menyerah... Jangan berhenti menghasihi orang orang yang engkau cintai..... Jangan menyerah untuk menjadi bahagia karena kehidupan adalah sebuah pertunjukan yang menakjubkan. 

👉Dan engkau adalah seorang manusia yang luarbiasa!

Fanky Christian
mobile: 08121057533
fankychristian.blogspot.com

3 karakter leader jaman now

3 Karakter Yang Perlu Dimiliki Leader Zaman Now

Dunia berubah, begitu pula dunia leadership berubah. Karakter seorang leader yang diperlukan saat ini sangat berbeda dengan sebelumnya. Berdasarkan diskusi saya dengan para pimpinan perusahaan yang selama ini menjadi partner Kubik Leadership dan juga perenungan saya, setidaknya ada beberapa karakter yang wajib melekat pada para leader di zaman now.

Pertama, Agile. Makna agile bukan hanya sekedar lincah atau tangkas tetapi juga, cepat, kuat dan berani. Rhenald Kasali menggambarkan agile seperti seekor Singa. Ia mengutip ungkapan dari diplomat Prancis, Maurice de Talleyrand: "Seratus kambing yang dipimpin oleh seekor singa akan jauh berbahaya ketimbang seratus singa yang dipimpin seekor kambing".
Dunia berubah dengan kecepatan yang semakin meningkat, untuk itu diperlukan ketangkasan, kecepatan, kekuatan dan keberanian. Ia harus memiliki ambiguity acceptance, bersedia dengan lapang dada menerima ketidakjelasan, kemudian menyederhanakannya, mengerjakannya, memperbaikinya dan terus meningkatkannya menjadi lebih sempurna. Terus menerus melakukan perbaikan bahkan tidak segan-segan melakukan perubahan yang mendasar.
Apakah Anda termasuk orang atau leader yang agile? Apabila belum dan tidak mau menjadi agile, bersiaplah digantikan kids zaman now yang telah siap memimpin generasi yang sudah old dan lamban merespon perubahan.

Kedua, digital mindset. Leader zaman now, perlu menguasai digital leadership yaitu kemampuan untuk melakukan inisiatif mengembangkan teknologi menjadi sesuatu yang punya value yang tinggi. Selain itu, ia juga perlu memiliki digital capability yakni kemampuan menguasai teknologi digital.
Perkembangan yang bisa dipantau secara real time melalui social media, mendorong seorang leader perlu menguasai pengolahan informasi yang berdampak komersial. Para leader sudah harus berani melibatkan generasi milenial sebagai "penduduk asli" dunia digital dalam pengambilan keputusan strategis.

Ketiga, kolaboratif. Perkembangan teknologi tidak bisa dilawan. Apabila tak bisa dilawan maka rangkulah. Saat ini kita saling tergantung antara satu dengan yang lain, dalam kondisi seperti ini kolaborasi adalah kewajiban. Saling tergantung, saling menciptakan keuntungan. Kalau bahasa old generation dulu, win win solution.
Bisnis memang berkompetisi namun harus diimbangi dengan kolaborasi. Bahkan Apple dan Samsung yang saling berkompetisi kini mereka melakukan kolaborasi. Sesama lembaga penerbangan kini juga melakukan kolaborasi, Indonesia dan Etihad juga bekerjasama dalam pemanfaatan mileage. Sesama usaha travel saling support dan membantu melayani pelanggan  meski mereka bersaing mendapatkan pelanggan.

Jangan lupa, apabila ingin menjadi leader di zaman now, milikilah minimal tiga karakter yang paling penting yaitu agile, digital mindset dan kolaboratif.. Siap?
 
Jamil Azzaini
CEO Kubik Leadership

Fanky Christian
mobile: 08121057533
fankychristian.blogspot.com

Menempatkan karyawan

"Kemampuan menempatkan karyawan dengan tepat adalah langkah awal Menciptakan kesempatan sukses untuk karyawan kita"

Seseorang bekerja optimal jika orang tersebut benar-benar mampu menikmati apa yang mereka kerjakan, tentunya ketika seseorang dituntut bisa menikmati pekerjaannya maka yang pertama harus disadari adalah seseorang tersebut menyukai apa yang dikerjakan demikian juga kita semakin kita menyukai profesi kita maka semakin optimal cara dan hasil kerja yang kita peroleh.

Jangan memaksakan seseorang pada posisi yang salah dalam bekerja dan ketika kita tau itu kitapun gampang mengatakan "Dia tidak mampu dan segera dikeluarkan" itu berarti kita terlalu memaksakan seseorang untuk bekerja sesuai kemauan kita. Apakah kita sudah melihat dengan lebih obyektif???apakah kita sudah memberikan kesempatan lebih besar untuk karyawan kita??atau kita justru memasukkan mereka pada tempat yang justru "sangat menyiksa" mereka???

Mencari karyawan adalah mudah tetapi menempatkan karyawan sesuai bidang dan kemampuannya adalah penentu keberhasilan sebenarnya dan kita cenderung lebih melihat pada kebutuhan dan keterdesakan waktu dalam pengelolaan karyawan ini bukan pada apa yang bisa kita optimalkan pada karyawan yang sudah kita dapatkan.

Hal itu diperlukan cara pandang obyektif bukan "like And dislike" sehingga tim kerja kita semakin menikmati pekerjaan mereka dan dengan sendirinya apa yang jadi target organisasi lebih mudah tercapai...

Mari mulailah menciptakan kondisi dan tempat bekerja yang menyenangkan sehingga semua orang menjadi senang sehingga semua orang sangat menikmati pekerjaan mereka, tempatkan mereka sesuai "kemampuan mereka" dan berikan kesempatan yang lebih besar untuk menyelesaikan lebih banyak hal secara kreatif maka hasilnya akan jauh lebih besar dari yang kita bayangkan.

Fajar Riadi DS
(Human Capital Specialist)

Fanky Christian
mobile: 08121057533
fankychristian.blogspot.com

Sunday, December 03, 2017

Five 'E' for your career

The 5  "E" words that you  need for your career


A young manager in his early 30s asked me what it takes to be successful in our career?

I am in HR roles for more than 20'years (including roles with Global and Asia Pacific coverage in different companies) and I observe certain characteristics from successfull executives in different countries.

This is what I observe from them...

• Enthusiasm

They show up every moning full of energy and spread the positive aura to others.

• Emotional Ifntellitence

They manage and control their emotion very well in their role as team player, leader and influencer.

• Edge

They always upgrade their knowledge and competences. They read and learn from others, everyday!

0. Execution

They deliver what they promised, beyond the slides that theh presented. The key words are excellence in execution

0. Empowering others

In their role as leader, they are not busy anymore doing his work. They empower others. Now they are busy coaching and developing others.

Warm Regards,

Pambudi Sunarsihanto

Fanky Christian
mobile: 08121057533
fankychristian.blogspot.com

Saturday, December 02, 2017

Learning on the fly

LEARNING ON THE FLY

Sebut saja namanya Guillaume (bacanya gi-yom) orang Perancis yang sudah lama tinggal di Singapore dan sekarang menjadi CEO di sana. Kami dulu berteman baik karena pernah beberapa kali bermain Bridge bersama di sebuah club di sana.
Menariknya , Guillaume ini satu dari sedikit CEO yang backgroundnya Hukum. Dia adalah seorang lawyer dan kemudian menjadi CEO.

Saya teringat waktu itu kami sedang berjalan-jalan di Botanic Garden di Singapore pada hari Minggu pagi. Dan saya bertanya kepada Guillaume,"How did you become a CEO?"
Guillaume tersenyum dan berkata,"It's easy. Because I like learning on the fly"
Wah seru juga, jadi saya pun mendesak, "Maksudnya? Apa sih learning on the fly?"

Gillaume menjawab,"Pambudi , lulusan universitas manapun itu gak ada yang siap siap untuk bekerja. Kita sibuk kuliah dan belajar teori padahal yang dibutuhkan di pekerjaan is something completely different!"

"Kuncinya adalah kalau kita dulu sibuk belajar waktu kita sekolah dan kuliah, berarti setelah bekerja kita juga masih harus giat belajar. Hanya saja kita gak belajar dari buku. Kita belajarnya sambil mengerjakan pekerjaan kita. Para expert bilangnya learning on the job.
Saya bilangnya learning on the fly. Because I enjoy flying and learning at the same time"

Menarik menarik ... dan saya bertanya,"Ada satu contoh yang kongkrit?"
Guillaume melanjutkan ceritanya.
Waktu itu dia baru lulus dari Fakultas Hukum dari Perancis, dan kemudian perusahaan mengirimkannya ke Vietnam. Dia harus menjadi Distribution and Partnership Manager. Ada sedikit hubungan dengan hukum dan contract. Tetapi banyak sekali yang harus dia pelajari. Aspek bisnisnya, masalah supply chain, masalah budaya, masalah bahasa, dan tentang proses proses yang harus dijalankan.
Pada awalnya Guillaume gak kebayang bagaimana dia yang Sarjana Hukum akan mampu mengerjakan semua itu.
Tetapi Guillaume ingat 3 hal:
0. Pengetahuan apapun itu pasti ada sumbernya. Kita tinggal cari bukunya, dokumentasinya, atau cari di Internet, dan setelah itu tinggal kita baca.
0. Relationship is the basic of learning. Kalau kita punya hubungan baik dengan banyak orang, pasti mudah mencari expert yang bisa ditanya.
0. The best way to learn is by doing it. Jangan menunggu sampai semua pengetahan memenuhi otak anda. Pelajari sedikit, praktekkan, mintalah feedback dan belajar lagi! Teruskan siklus itu terus menerus.

Dan dengan konsep sederhana itu Guillaume memulai pekerjaannya sebagai Distribution and Partership Manager di  Vietnam. Perform dengan maximal di job itu karena spirit learning nya yang luar biasa. 3 tahun kemudian dia dipromosikan ke Hong Kong. Dan dengan semangat belajar yang luar biasa (yang dengan santai dia bilang sebagai Learning On The Fly) dia akhirnya menjadi CEO saat ini di Singapore. And the rest is history. Voila!

Semua orang juga bertanya tanya bagaimana saya bisa menjadi HR Director dengan modal ijasah Sarjana Komputer. Ada yang bertanya "Kenapa nyasar?" Ada yang bilang bahwa saya adalah anggota HIMASALJU (Himpunan Mahasiswa Salah Jurusan).
Well, mereka boleh meledek dan bercanda, realitanya adalah saya enjoy dengan apa yang saya lakukan and that s the most important thing.
How did I do that? Saya masih ingat waktu itu saya bekerja di Bangkok menjadi seorang Telecommunication Trainer (Saya mengajari para engineer bagaimana mengkonfigurasi A-ter interface di antara Base Station Controller dan Transcoder Submultiplexer agar mereka bisa mengoptimumkan jumlah traffic channel dan tetap menjaga jumlah signalling channel agar komunikasi dari Abis ke A interface tetap berjalan😁).
Yes, I did that ....
Anyway, sehari hari saya bergaul dengan BTS, BSC, MSC dan Transcoder. Mereka memang gak bisa ngomong, tetapi mereka lebih fun daripada para engineer. Basically setiap hari saya bergaul dengan hal hal yang sangat technical. 

Di team kami ada juga yang bekerja sebagai training services consultant. Yang sebenarnya adalah bertemu dengan customer, menginterview mereka, menganalisa kebutuhan mereka dan membuat training needs analysis sebagai proposal untuk customer.
Hari itu Training Services Consultant untuk customer di Malaysia akan cuti melahirkan selama 3 bulan, dan boss kami menanyakan siapa yang volunteer untuk menggantikannya.
I have no idea how to be a Training Services Consultant, but I raised my hand! I know I want to do it, and I know I can learn it.
So nothing will stop me to learn.
Meskipun itu berarti beban kerja saya bertambah, dan saya harus extra effort setiap malam untuk belajar, saya ok dengan itu karena saya tahu experience itu (dan learning itu) akan sangat berguna bagi saya di masa depan. Dan sejak saat itulah saya selalu membagi waktu saya antara performance yang saya lakukan untuk sekarang dan learning yang saya lakukan untuk masa depan . Temanya "Deliver Today, Preparing Tomorrow".
Dengan cara itulah saya menjadi Engineer, Project Manager, Trainer, Training Services Consultant, Training Manager, Head of Human Resources Development and now Director of Human Resources. Voila!

Jadi ingat untuk selalu balancing antara performing (to achieve your objective of this year) and learning (for your future career).

Caranya bagaimana? Dengan selalu melakukan "learning on the fly" seperti yang dilakukan Guillaume.
Prakteknya bagaimana? Ikuti kelima langkah di bawah ini ...

0. HAVE AN OPEN MIND, YOUR GLASS IS HALF EMPTY

Yang pertama kali diingat adalah bahwa kita harus berpikiran terbuka. Jangan pernah merasa kita selalu the best. Harus selalu merasa bahwa ada ilmu lain di luar sana yang akan bermanfaat bagi karier dan masa depan kita!
Ilmu apapun yang kita kuasai mungkin akan tidak berguna lagi di masa depan, selalu berpikiran terbuka, selalu belajar dari dunia luar, selalu belajar dari orang lain.

0. LEARN FROM THE BEST, ASK THEM HOW TO START

Seorang pendaki gunung akan bertanya pada pendaki yang turun gunung, bagaimana cuaca di atas. Anda juga tidak usah merasa menjadi orang pertama di dalam bidang yang ingin anda pelajari. Build your network, cari orang lain yang pernah mempelejari apa yang ingin anda pelajari.
Tanyakan bagaimana mereka memulainya. Buku apa yang harus dibaca. Training apa yang harus diikuti. Expert mana yang harus didatangi. Dan project apa yang harus dikerjakan.
Ini akan membantu anda agar anda berada di jalur yang benar untuk mempelajari hal itu.

0. VOLUNTEER, OFFER YOUR HELP

Nah, sekarang saatnya mempraktekkan apa yang anda pelajari. Bagaimana caranya? Tanya ke divisi lain, pekerjaan apa yang anda bisa bantu? Simbiose mutualism kan? Mereka dapat tenaganya, anda dapat belajarnya. Jangan expect anything at this point of time. Jangan mengharakan dibayar, jangan berharap dipromosi atau dirotasikan. 
Rewardnya adalah competence anda akan bertambah! Dan anda gak usah bayar. Ingat the best way to learn bukan dengan kuliah S-2 atau kuliah MBA, but the best way to learn is by doing it! Just do it! Percayalah , imbalannya akan anda dapatkan di masa depan, dengan karier yang cerah!

0. GIVE YOUR BEST EFFORT, WORK HARD, IMPRESS THEM

Setelah anda dipercaya dengan project tadi, maka sekarang waktunya untuk perform at maximum level. Bekerja keraslah, berusahalah. Bikin mereka semua terpesona dan terkesima dengan kerja anda.
Apakah mungkin untuk perform maximum padahal competence anda baru belajar?
Mungkin saja, karena untuk menilai performance bisa dari tiga aspek.
ERI, Effort, Result, Impact!
Jadi anda bisa menunjukkan kerja keras anda dengan business impact , result of your achievement, atau dengan effort (usaha keras) yang anda lakukan.

0. ASK FOR FEEDBACK, CONTINUE TO IMPROVE YOURSELF

Finally, after you did your hard work and extra effort,
mintalah feedback kepada project sponsor atau ownernya. Feedback adalah sarapannya para juara. Mintalah feedback mereka secara regular.
Kadang ada yang sungkan memberikan feedback. Tanyakan saja secara langsung, apakah 3 hal yang mereka suka dari apa yang anda kerjakan, dan apakah 3 hal yang masih perlu diperbaiki.

Ulangi langkah langkah di atas karena life is a continuous journey of learning (on the fly).

Remember,
learning on the fly could be your key to your future success. How to do it? Please follow these recommendations ...

0. HAVE AN OPEN MIND, YOUR GLASS IS HALF EMPTY
0. LEARN FROM THE BEST, ASK THEM HOW TO START
0. VOLUNTEER, OFFER YOUR HELP, DON'T THINK OF WHAT YOU CAN GET
0. GIVE YOUR BEST EFFORT, WORK HARD, IMPRESS THEM
0. ASK FOR FEEDBACK, 


Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto

Fanky Christian
mobile: 08121057533
fankychristian.blogspot.com