Translate

Saturday, February 02, 2019

DEVELOP YOUR CHILDREN TO BE THE FUTURE LEADERS


Namanya Octa, seorang wanita yang berkarier di sebuah perusahaan Jepang berbasis di Jakarta. 
Dan malam itu dia duduk di sebelah saya waktu saya terbang kembali ke Jakarta. Kami baru berkenalan di pesawat, tetapi ternyata dia suka membaca FaceBook saya.
Dan bahkan sebelum pesawat take off, dia sudah langsung  bertanya,"Bagaimana mendidik anak anak saya agar nanti menjadi leader pak? Saya punya dua anak (Oka dan Oki namanya), mereka baru sekolah di SMP dan SD. Tapi saya ingin mereka bisa berlatih agar nanti setelah besar mereka menjadi seorang leader. Apa yang harus saya lakukan?"

Ok, sebelum kita bahas bagaimana mendidik, kita bahas apakah seorang leader itu terlahir atau dilatih.
Saya selalu percaya bahwa kita harus fokus pada apa yang kita kontrol.
Jadi saya sangat percaya bahwa kita bisa berbuat sesuatu untuk mendidik para leader, calon calon leader dan anak anak kita untuk menjadi leader.
Mungkin ada yang harus ditraining lebih keras daripada yang lain, tapi tetap saja saya percaya bahwa leader itu bisa saja dididik dan dilatih!
Saya bukan tipe orang yang pasrah dan bilang "Kayaknya saya tidak berbakat menjadi leader"
Saya percaya semua orang bisa memgembangkan dirinya menjadi leader yang lebih baik!

Kemudian kita diskusikan dulu apa sih definisi seorang leader?
Banyak yang mengira bahwa leader itu orang yang gajinya besar, posisinya bagus, job title nya keren, mobilnya mewah, ruang kerjanya besar?
Padahal arti sebenarnya leader adalah pemimpin.
Kalau ada pemimpin berarti harus ada yang mau dipimpin.
Berarti kalau seseorang disebut leader , ada sesuatu yang dia punyai dan tidak dipunyai orang lain.
Bukan jabatan, mobil, gaji, ruang kerja atau job title tetapi bahwa seorang leader itu mempunyai follower.
A leader has followers!!!

Banyak yang mengira dia leader but nobody follow him!

You are only a leader if you have followers.

Nah inilah yang bisa dilatih.
Saya dulu gemar membaca sejak kecil, dan waktu saya kelas 2 SD saya membaca buku dongeng, dan besoknya saya menceritakan ke teman teman saya di SD yang sama.
Ternyata lama lama pendengar dan penggemar dongeng saya berkembang dari 3 orang menjadi 60-an orang.
Lama lama yang mendengarkan cerita dongeng saya pun termasuk kakak kakak kelas saya yang duduk di kelas 3, 4 dan 5 SD.
I was 7 years old and I had 60 followers.

Anak perempuan saya hobby berorganisasi selain belajar akademis, waktu dia kelas 3 SMP dia sudah memimpin Girl Brigade dengan 200 anggota.
She was 14 years old and she has 200 followers.

How many followers you have? That s the measure of leadership.
Itulah pengukuran leadership. Berapa follower yang anda punya, pada saat mereka tidak HARUS follow anda.
Kalau memang anak buah anda di perusahaan follow anda, itu sih gampang, kan anda bayar gaji mereka. Ya mereka wajib follow anda. Bagaimana dengan rekan rekan anda satu level? Bagaimana dengan boss anda? Bagaimana dengan rekan anda di regional? Bagaimana dengan rekan rekan anda di industry yang sama atau di profesi yang sama?
How many people will really follow you when they dont have to follow you.

Nah konsep leadership, team work dan followership inilah yang bisa diajarkan ke anak anak kita sejak usia dini.

Bagaimana caranya?
Ikuti beberapa langkah di bawah ini ....

1) LET THEM EXPLORE THEIR STRENGTH

Pertama kali, followers itu akan follow seseorang karena leadernya punya kelebihan.
Jadi pertama kali anda harus mencoba coba mencari di mana kelebihan anak anda.
Gak usah ikut psikologi test, just try and explore. Akademis, bahasa, seni , olahraga.
Coba semuanya.
Dan jangan ngambek kalau ternyata itu bukan strengthnya.
Biarkan dia melepaskan satu bidang dan mencoba bidang yang lain.
Let them explore to find their strength.

2) BUILD THEIR CONFIDENCE, based on THEIR STRENGTH
Satu karakter yang dipunyai leader dan tidak dipunyai orang lain adalah   percaya diri yang tinggi.
Nah  membentuk percaya diri itu bisa dilakuka  dengan
- menemukan bakat dan strengthnya
- mendorong dia bekerja keras untuk mencapai prestasi yang setinggi tingginya dalam bakat yang dia sukai
- menggunakan prestasi itu untuk membentuk rasa percaya diri yang akhirnya akan melebar ke  bidang bidang lain

3) ENCOURAGE THEM TO PARTICIPATE IN AN ORGANIZATIOn
Dorong mereka agar ikut aktiv di organisasi di sekolah. OSIS, pramuka, palang merah, pecinta alam, paduan suara atau apapun.
Semakin banyak mereka  berinteraksi dengan teman temannya akan semakin baik.

4) ENCOURAGE THEM TO BE A GOOD TEAM PLAYER
Selama mereka berorganisasi dan berineraksi dengan yang lain, mereka akan punya leader. Dorong dan ajari mereka untuk menjadi follower dan team worker yang baik.
Ingat you have to be a good leader before you become a great team leader.
Ajari mereka untuk :
- understand leader's direction
- give additional suggestion if they want (not stopping the idea)
- follow the leader's direction and just do it (as long as they dong break any rule)

Banyak anak anak yang belum apa apa sudah protes ke leadernya, dan didukung orang tua pula!
Ingat lagi, all great leaders have been good followers before!

5) ASK THEM to TAKE INITIATIVE TO LEAD when there is an opportunity
Setelah mereka menjadi a good team player and a good follower,
Pada saat ada opportunity untuk menjadi leader suruh mereka mengacungkan tangan.
Apakah itu Ketua Kelas, ketua regu pramuka, ketua seksi OSIS.
Selama itu membuat mereka belajar menjadi leader yang baik.

6) REWARD THEIR EFFORT (not only their success)
Jangan lupa
memberikan penghargaan kepada mereka atas kesuksesan mereka dan juga usaha mereka (meskipun mereka gagal!).
Seandainya buah hati anda mencalonkan menjadi ketua kelas, tapi masih belum terpilih, ajari mereka untuk mengucapkan selamat kepada sang pemenang, hargai keberanian mereka, berikanlah hadiah atas kegagalan (dan usaha ) mereka.
Jadi mereka akan berani untuk
mencoba lagi.
Leader know how to rise again after their failures.

Jadi , inget ya, untuk mendidik anda menjadi leader sejak kecil, coba terapkan langkah langkah di bawah ini ...

1) LET THEM EXPLORE THEIR STRENGTH
2) BUILD THEIR CONFIDENCE, based on THEIR STRENGTH
3) ENCOURAGE THEM TO PARTICIPATE IN AN ORGANIZATIOn
4) ENCOURAGE THEM TO BE A GOOD TEAM PLAYER
5) ASK THEM to TAKE INITIATIVE TO LEAD
6) REWARD THEIR EFFORT (not only their success)

Hal hal di atas apabila dikerjakan dengan konsisten akan membantu anak anda untuk;
- menemukan strengthnya
- membangun rasa percaya dirinya
- mendidik dia menjadi teamworker yang baik
- melatih dia menjadi follower yang baik
dan pada akhirnya akan mengembangkan dia menjadi leader yang baik

Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto

Fanky Christian
IT Infrastructure Specialist
Smartcityindo.com
StartSmeUp.Id

Chairman DPD DKI APTIKNAS
Vice Chairman ASISINDO
Secretary ACCI