Translate

Wednesday, November 21, 2012

Tak hanya Karyawan, Semua butuh Proteksi

Kontributor

Seiring dengan meningkatnya daya saing di berbagai lini usaha dan beragam profesi, setiap orang yang terlibat di dalamnya perlu memiliki kecakapan tersendiri untuk bisa meraih sukses. Tuntutan hasil kerja maksimal dengan upaya yang seefisien mungkin menjadi ideal pada setiap pelaku bidang usaha

Di sisi lain, semakin kompetitif jasa atau produk yang dijual, semakin besar pula peluang mendapatkan ceruk pasar yang lebih luas. Kesuksesan penetrasi jasa atau produk di pasaran oleh para profesional berkualitas selalu mengandung risiko tak terduga. 

Sejenak kita renungkan, keberhasilan para profesional dalam mendukung kesuksesan penjualan jasa atau produk di pasaran selalu mengandung risiko. Artinya, ada banyak kejadian tak terduga dan bisa berakibat fatal di balik proses saling terkait antara produk, proses produksi, dan orang-orang yang terlibat di dalamnya. 

Renungan itu bermuara pada satu mekanisme proteksi yang bisa melindungi siapapun dan dalam aktivitas apa pun, yang di dalamnya penuh dengan risiko tak terduga. Sebagai perusahaan, tentunya langkah protektif untuk menjamin keselamatan karyawannya menjadi hal yang sangat penting agar dikemudian hari jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Misalnya saja, perlindungan asuransi jiwa ataupun perlidungan kesehatan menjadi sangat dibutuhkan oleh pekerja.

Secara individual, siapa pun yang membeli produk asuransi jiwa akan mendapat proteksi dari berbagai kejadian di masa depan. Tak hanya karyawan disebuah perusahaan, seorang pedagang, misalnya, apa jadinya kalau di tengah-tengah usaha tiba-tiba gerainya terbakar, dan kejadian itu memakan korban jiwa? Atau, apa jadinya kalau pesawat terbang mengalami kecelakaan fatal dan para penumpang tidak diproteksi dengan produk asuransi jiwa? Bagaimana pula perjalanan kehidupan keluarga korban pesawat pascatragedi, seandainya mereka tidak mendapatkan proteksi dari asuransi jiwa?

Irwan Yulianto

Narasumber

Kontributor lain >

Secara korporatif, perusahaan yang telah memiliki manajemen yang baik, apa pun yang sudah memproteksi karyawan pasti terlindungi dari munculnya biaya besar ketika terjadi hal-hal tak terduga, misalnya kasus kecelakaan atau meninggalnya karyawan perusahaan tersebut. Bahkan bagi individu yang memiliki usaha sendiri tetap membutuhkan sebuah proteksi bagi dirinya maupun usahanya.  
 

Keberagaman profesi dengan dukungan berbagai produk asuransi jiwa yang diperlukan akan membuat rasa nyaman bagi tiga golongan yang berbeda. 

Pertama, tertanggung bisa bekerja secara maksimal tanpa perlu mengkhawatirkan risiko yang mungkin timbul sebagai akibat dari rutinitas dan kompleksitas profesi yang digelutinya. 

Kedua, keluarga yang bersangkutan juga bisa berpikir tenang sambil terus berharap agar tertanggung bisa berprestasi maksimal dan meraih jenjang karier yang lebih baik dari waktu ke waktu. 

Ketiga, kalau tertanggung merupakan karyawan sebuah perusahaan, yang diuntungkan perusahaan tempat dia bekerja. Proteksi yang secara korporatif bisa mereduksi beban biaya perusahaan secara signifikan manakala yang bersangkutan mengalami kejadian tak terduga selama menjalan tugas dari perusahaan. Atau, kalau tertanggung merupakan entrepreneur atau entertainer, dia bisa mendapatkan proteksi maksimal berbagai kejadian tak terduga di tengah-tengah profesi yang digelutinya.

Semisal jika ada seorang tertanggung berkomitmen untuk mengalokasikan sejumlah uang guna membayar premi secara teratur, saat itu juga yang bersangkutan mendapatkan keuntungan jangka panjang. Asuransi jiwa dan proteksi di dalamnya, seharusnya menjadi bagian dalam eksistensi beragam profesi, sehingga mereka terlindungi secara finansial dari berbagai hal tak terduga.

Diskripsi di atas membuktikan bahwa beragam profesi apapun membutuhkan proteksi. Sebagai catatan, ketika seorang profesional, baik karyawan, pengusaha, atau kalangan entertainer mengambil produk asuransi jiwa. Sebenarnya ada orang-orang terdekat yang turut menikmati efek dari proteksi tersebut, yakni suami, istri, atau anak-anak yang bersangkutan yang disebut tertanggung, yang nantinya akan bermanfaat untuk kelangsungan hidup keluarga. Dengan demikian, meskipun sudah kehilangan keluarga yang dicinta, namun manfaat dari asuransi tetap didapat
build-access-manage at dayaciptamandiri.com

Monday, November 19, 2012

Cisco Songsong Era Virtual Desktop

Laporan dari Singapura

Cisco Songsong Era Virtual Desktop

Nala Edwin - detikInet

(Ist)

Singapura - Cisco memperkirakan perkembangan virtual desktop akan semakin pesat beberapa tahun ke depan. Diperkirakan 70 juta komputer desktop di perusahaan-perusahaan akan berubah menjadi virtual dekstop pada 2014.

"56 persen organisasi menginginkan desktop virtualization," kata Managing Director, Collaboration Sales, Asia Pacific & Japan Dinesh Malkani. Hal ini diungkapkan Dinesh dalam acara Cisco APJC Partner Led Network Event di Hotel Shangri-La, Singapura, Kamis (17/11/2011).

Tingginya minat pada virtual desktop bukan tanpa alasan. Teknologi ini dapat menghemat biaya karena usia penggunaan desktop bisa lebih lama. Desktop virtual juga dinilai lebih irit listrik dibandingkan komputer biasa. "Biaya untuk client devices juga lebih kecil," katanya.

Selain masalah biaya, virtual desktop juga memudahkan manajemen teknologi informasi sehingga ongkos instalasi dan perawatan bisa ditekan. "Biaya deployment, administrasi dan help desk bisa ditekan," katanya.

Dinesh mengatakan Cisco telah menyiapkan berbagai produk dan teknologi virtual desktop. Menurutnya, teknologi Cisco dalam virtual desktop memungkinkan pekerja dalam suatu perusahaan untuk meningkatkan kolaborasinya.

"Virtual desktop yang dikembangkan Cisco memungkinkan penggunanya untuk berkomunikasi melalui video, suara, instant messaging (IM) atau mengadakan conference," katanya.

Dinesh menjelaskan, teknologi video sudah banyak digunakan di perusahaan-perusahaan besar yang memiliki kantor di berbagai negara untuk berkomunikasi. Hal ini dilakukan karena lebih hemat dibanding harus datang ke negara tertentu untuk mengadakan pertemuan.

"Tantangan ke depan adalah bagaimana komunikasi melalui video ini bisa dilakukan dengan berbagai alat komunikasi seperti iPhone, iPad atau perangkat-perangkat lainnya dan Cisco telah memiliki teknologi ini," katanya.
build-access-manage at dayaciptamandiri.com

Sunday, November 18, 2012

Perubahan Kerja dari seorang CIO saat ini.


The Changing Role of the CIO [Infographic]

Listen to this article. Powered by Odiogo.com 
CIOs today have a top operational and strategic priority (not technology priority) to support the mission of the business through the application of technology. While they are under pressure to reduce costs, CIOs must deliver agility and efficiency to the organization. The CIO is also VERY concerned about risk. CIOs don’t want to disrupt what’s working while chasing new opportunities. Think of the CIO as managing a portfolio of applications, technologies, people and processes. The technology portfolio is allocated to initiatives that are designed to 1) Run the business 2) Grow the business and 3) Transform the business. Like a good portfolio manager, the CIO must balance risk and reward by allocating resources in a balanced manner. The degree of risk is a function of the objectives of the board of directors and the strategic plan and operating plans of the companies.
Join the discussion on the changing role of the CIO atEnterpriseCIOForum.com
Activities in the Run the Business (RTB) category are the CIO’s bread and butter and usually consume most of the investment. If keeping the lights on sucks up too much investment, it will prevent the company from moving forward on projects that can support long-term growth. RTB activities generally are low risk because they’re well understood and drive existing revenue.
Grow the business (GTB) activities are usually business projects that IT needs to support. They drive new shareholder value and stock appreciation. This is why (for example) mobile is such a high priority. These projects are higher risk but also higher reward.
Transform the business (TTB) activities are strategic. They involve major new ventures and longer term break evens – hence they are more risky. But they can be transformative in the sense that they position the company for new opportunities, new markets and efforts that will drive sustainable competitive differentiation. There certainly is a lot of discussion about how cloud computing and big data can help transform the business and provide new revenue streams.
For more on Application Modernization, check out SiliconANGLE’s newest publication,DevOpsANGLE
The Changing Role of the CIO
sumber: http://wikibon.org/blog/the-changing-role-of-the-cio-infographic/

Meningkatnya kebutuhan karyawan bekerja mobile


The rise of the mobile employee


Mobile Employee
There was a time not too long ago when the only employees who could be considered “mobile” were the high-powered executives with cellular phones in their Lincoln Continentals. The business world shifted with the rise of the Blackberry and suddenly a lot more people were able to do their standard business activities away from the office.
Today, 73% of the global enterprise workforce is a mobile worker. That doesn’t mean they never come into the office (though some do not). It means that a portion of their job is handled offsite through the various devices we are given. Broadband is in most of the business centers around the world. 4G, cloud computing, VPNs – all contribute to the continued rise of mobile devices having more of an impact on business.
This graphic gives us some interesting information that pertains to the growing mobile workforce and the gadgets that make it possible. Click to enlarge.
The Mobile Employee
From: Ford Knoxville Via: xCubeLabs

Implementasi MERAKI WAP untuk online cabang dengan VPN.


Solutions: Branch Networking

Built from the ground up for multi-site networks, Meraki products have revolutionized distributed branch networking. Zero-touch deployments, multi-site visibility and control, and automated alerts make deploying, securing, and centrally managing branch networks a breeze.

Centralized multi-site management via the cloud

Meraki’s cloud-managed architecture enables plug and play branch deployments and provides centralized visibility and control across any number of distributed locations.
Since Meraki networks are managed entirely through Meraki’s web-based dashboard, configuration and diagnostics can be performed remotely just as easily as they can be performed on-site, eliminating costly field visits.
Centralized Multi-Site Management

Zero-touch remote site deployment

Multi-Site Cloud Management
Meraki devices self-provision, enabling branch deployments without on-site IT.
Each device downloads its configuration via Meraki’s cloud, applying your network and security policies automatically so you don’t have to provision on-site. Wireless APs optimize their RF configuration based on the environment, and switches integrate seamlessly into existing RSTP domains.
Adding new sites to a network takes minutes, not hours or days, and there’s no need to train additional staff to monitor or manage the remote networks.

Self-provisioning VPN networks

Meraki’s unique auto provisioning site-to-site VPN connects branches securely with complete simplicity. Using IPsec over any wide area network, MX Security Appliances seamlessly link your branches to headquarters and to one another.
Site-to-site connectivity is established through a single click in Meraki’s dashboard. Gone are the configuration headaches of traditional site-to-site VPNs: route discovery, authentication, and security policies are all handled automatically from the cloud. Full- and split-tunnel VPNs are configured with a single drop-down, and new sites are added with a few simple clicks.
Automatic Monitoring

Built-in WAN Optimization

Built-in WAN optimization reduces branch bandwidth consumption and accelerates CIFS, FTP, HTTP, and TCP traffic by up to 209X over un-optimized links.
A state-of-the-art WAN optimization engine uses advanced algorithms, deduplication, compression, and hard-disk based caching to make the WAN feel like a LAN.
Meraki’s WAN optimization aids in server consolidation and private cloud initiatives, as well as any distributed network where end user bandwidth costs or performance are a priority. Enable WAN optimization on the MX with just two clicks – without new appliances, training, or overlay systems.
WAN Optimization Monitor

Secure teleworker connectivity

Teleworker VPN
Meraki’s Teleworker VPN solution creates a secure IPsec tunnel from any Internet-connected Meraki wireless access point to your corporate network, providing secure remote access to IP PBX systems, file shares, and internal applications.
Client VPN securely connects mobile users through standards-based IPsec on Windows, Mac, iOS, and Android devices, without per-user licensing or cumbersome client-side software agents.

Control over applications, users, and devices

Traffic Shaping
Meraki’s cloud-managed networking was purpose-built for distributed, multi-use networks, providing extensive visibility and control over users, content, and applications at any location. Far beyond simple host- and port-based solutions, Layer 7 fingerprinting classifies evasive and encrypted applications including P2P.
Block unwanted web traffic with CIPA-compliant content filtering, throttle bandwidth hogs like Netflix and BitTorrent, and even prioritize productivity apps like VoIP.
Meraki also provides insight into the users on the network, identifying clients by device type (e.g., iPads) and even username. Inspect, throttle, or block users, and integrate with Active Directory to apply different policies to different classes of users.
Content Filtering

Manage switch fabric across branches

Built-in cloud management delivers dramatic savings in managing switch infrastructure across multiple locations. There's no need to visit each location, log into switch consoles, and manually perform switch maintenance. Reassign VLANs, enable PoE, and even enable or disable groups of ports with a few simple clicks.
Remote switch configuration

Real time remote diagnostic tools

Built-in tools deliver remote diagnostic information in real time. Monitor RF conditions, measure ping and throughput performance, and identify active clients or ports - all right through the dashboard. You can even block clients from accessing the network with a single click.
Real time diagnostic tools

Automated monitoring and alerts

Each Meraki device is automatically monitored from the cloud, with continuous testing for WAN connectivity, latency, and more. The Meraki dashboard notifies you of problems via email alerts, and provides rich web-based diagnostics to troubleshoot your network from any web browser.
Automated monitoring and alerts

Role-based administration

Role-based administration lets administrators appoint personnel for specific subsets of an organization, providing read-only access to reports and troubleshooting tools, guest access control via Meraki’s Guest Ambassador, or full access to configuration changes on the network. Role-based administration reduces the chance of accidental or malicious misconfiguration and restricts errors to isolated parts of the network.
Role based administration

Seamless firmware updates

Firmware updates are delivered seamlessly from the cloud to Meraki devices. When firmware updates are available, an administrator simply schedules an appropriate time for devices to download and install the new version, eliminating insecure and out of date firmware.
Maintain compliance with security requirements without deciphering compatibility matrices, performing time consuming manual updates, or visiting branch locations to upgrade hardware.
Seamless firmware updates

Menggantikan WAP-WLC dengan MERAKI WAP

Saya baru saja kembali dari berdiskusi dengan salah satu penyedia jaringan Internet di Indonesia. Salah satu kendala yang mereka hadapi sekarang adalah karena menggunakan banyak perangkat jaringan wireless yang digunakan untuk menggelar jaringan wireless mereka se-Indonesia. Uniknya perangkat wireless ini dihubungkan dengan wireless lan controller yang ada di pusat untuk kemudahan manajemen dan provisioningnya.




Nah, perangkat wireless LAN controller melakukan manajemen perangkat wireless access point yang ada di bawahnya. Tantangannya, adalah bagaimana melakukan monitoring perangkat (seluruh) wireless access point yang ada dan terkoneksi ke wireless lan controller.

Solusi mudahnya adalah dengan memasang monitoring tool yang berbicara langsung dengan wireless lan controller dari berbagai merek yang ada ini dengan satu monitoring tools. Hanya saja harus dipastikan bahwa data yang diperoleh dapat sangat detail seperti yang diharapkan sehingga informasi dari tiap-tiap wireless access point dapat diakses dan ditampilkan di layar.

Tentu saja hal ini belum tentu semua merek wireless lan controller menyediakan akses, mengingat propietary protocol yang mungkin digunakan oleh masing-masing product yang ada.

OK, pilihan berikutnya lebih menarik.

Kita punya pilihan untuk mengimplementasikan wireless access point yang langsung dimanage di cloud, sehingga kita tidak perlu wireless lan controller. Data yang digunakan untuk transfer dari wireless access point ke centralised server adalah sangat kecil. Hal ini didasari, bahwa sebagaian besar wireless access point umumnya kita gunakan untuk mengakses internet. Kita dapat melakukan manajemen perangkat WAP ini melalui aplikasi yang disediakan secara cloud.


Wah, tentu saja ini sangat tepat dengan tren perkembangan bring your own device yang sekarang sedang marak di perusahaan, instansi, kampus bahkan public hotspot




Dan tentu saja, kita dapat mengontrol devices, applications dan user di tiap WAP.
Kemudian, karena saya pikir ini untuk public hotspot, maka tentu saja untuk guest wifi harus dimungkinkan.





Dan untuk perusahaan, tentu saja faktor security menjadi sangat penting.

Apalagi yang diperlukan, semua ada, seperti :

  • RF Optimization
  • Mesh Routing
  • Application QoS
  • Air Marshal / WIPS
  • Bonjour Gateway
  • Seamless Mobility
  • Carrier Offload


Kurang apa?

    Indoor Cloud Managed 802.11n Access Points

    • MR24
      MR24
      Highest Performance
      Recommended for high density and performance critical environments
      900 Mbps radio rate
    • MR16
      Most Popular
      Recommended for general-purpose wireless LAN
      600 Mbps radio rate
    • MR12
      Most Economical
      Recommended for small branch and teleworker deployments
      300 Mbps radio rate
























    Rugged / Outdoor Cloud Managed 802.11n Access Points

    • MR66
      Most Popular
      Recommended for general-purpose rugged / outdoor wireless LAN
      600 Mbps radio rate
    MR62
    Most Economical
    Recommended for economical low-density outdoor wireless LAN
    300 Mbps radio rate













    Licenses and Accessories

























    Silahkan akses lengkap nya ke www.meraki.com

    Untuk harga dan implementasi, silahkan hubungi kami.


    Grid Tie Inverter - mengkonversi DC ke AC

    Grid Tie Inverter
    A-tie inverter grid (GTI) adalah tipe khusus dari inverter yang mengubah arus searah listrik  (DC) menjadi arus bolak balik (AC) dan feed menjadi sebuah jaringan listrik yang ada. Hal ini diperlukan jika Anda menginginkan sistem energi terbarukan yang handal yang menggabungkan energi surya dan muatan arus bolak balik.
    GTIs sering digunakan untuk mengubah arus searah yang diproduksi pleh sumber energi yang dapat diperbaharui seperti solar panel atau turbin angin menjadi arus alternatif untuk menerangi rumah dan berbagai macam bisnis. Nama teknik untuk grid-tie inverter adalah "inverter grid-interaktif" atau inverter sinkron. Inverter Grid-interaktif tidak dapat digunakan dalam aplikasi standalone yang tidak terdapat aliran listrik.
    Tugas lain yang harus dilakukan grid tie inverter adalah proses metering bersih. Metode metering bersih ini akan memungkinkan Anda untuk meyimpan sedikit energi pada listrik. Pemeliharaan menjadi lebih mudah karena tidak menggunakan baterai. GTIs akan dimatikan otomatis jika tidak ada saat diindentifikasi. Grid-tie inverter dirancang untuk memutuskan sambungan dari kotak jika grid utilitas turun. Jika terjadi pemadaman, maka grid-tie inverter akan mencegah energi yang dihasilkan yang dapat merugikan pekerja. GTIs yang digunakan dengan baterai disebut inverter multi fungsi. Grid energi terbarukan terdiri dari banyak bagian penting yang berbeda tetapi bagian yang jauh lebih penting dan mutlak bagi sistem adalah grid tie inverter. Tanpa grid tie inverter sistem tidak dapat bekerja dengan baik.
    Grid-tie inverter yang tersedia di pasaraan saat ini menggunakan teknologi yang berbeda, yaitu menggunakan frekuensi yang lebih tinggi - transformator, konvensional frekuensi rendah transformator, transformator atau tidak. Grid-tie inverter termasuk tracker titik maksimum power pada sisi input yang memungkinkan inverter untuk mengambil jumlah yang optimal dari sumber daya listrik tertentu.